Rabu, 27 Februari 2019

Soal Try Out II USBN SD Matematika dan Kunci Jawabannya

Soal Try Out II USBN SD Matematika dan Kunci Jawabannya
Download soal latihan try out II Matematika USBN SD/MI tahun pelajaran 2018/2019 yang disertai dengan kunci jawaban. 

BANK SOAL | Pada tahun pelajaran 2018/2019 diadakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) bagi peserta didik kelas 6 SD. USBN di tingkat SD hanya menguji tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kisi-Kisi soal USBN SD tahun pelajaran 2018/2019 sudah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Kisi-kisi ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal USBN SD tahun 2019 yang menggunakan materi irisan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. Format kisi-kisi USBN SD tahun 2019 memuat level kognitif dan ruang lingkup materi. Soal yang diujikan dalam USBN SD 2019 adalah bentuk soal pilihan ganda dan uraian. 

Sesuai kisi-kisi USBN SD tahun pelajaran 2018/2019 yang dikeluarkan oleh BNSP memuat level kognitif dan lingkup materi mata pelajaran. Terdapat 3 level kognitif, yaitu: Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi, serta Penalaran. Sedangkan lingkup materi Matematika yang merupakan irisan dari Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: 

* Bilangan 
* Geometri 
* Pengukuran Pengolahan Data 

CONTOH SOAL MATEMATIKA TRY OUT II USBN SD/MI TAHUN 2019 

1. Hasil dari 1.511 - 1.343 + 172 adalah .... 
A. 330 
B. 340 
C. 350 
D. 440 

5. Akar pangkat tiga dari 3.375 adalah .... 
A. 35 
B. 25 
C. 15 
D. 5 

14. Riski bersepeda ke taman bunga dengan kecepatan 16 km/jam. Jika Ia berangkat dari rumah pukul 05.30 dan tiba di rumah pukul 09.45, maka jarak yang ditempuh Riski adalah .... 
A. 64 km 
B. 68 km 
C. 72 km 
D. 136 km

25. Sebuah kolam berbentuk balok berukuran panjang 7,5 m, lebar 6 m, dan dalamnya 4 m. Jika kolam tersebut diisi air sampai penuh, maka air yang ada di kolam adalah ..... 
A. 180 liter 
B. 198 liter 
C. 19.800 liter 
D. 180.000 liter 

31. Tentukan KPK dari 51, 68, dan 85 dalam bentuk faktorisasi prima! 
33. Faiz telah merawat tanaman hias pohon Beringin dan Cemara di taman rumahnya. Umur tanaman beringin 1 windu 5 tahun dan umur tanaman Cemara 5 tahun 9 bulan lebih muda dari tanaman Beringin. Berapa bulan umur tanaman Cemara? 

KUNCI JAWABAN SOAL MATEMATIKA TRY OUT II USBN SD/MI TAHUN 2019 

1. A 
5. C 
14. B 
25. D 

31. KPK = 22 X 3 X 5 17 
34. Jadi umur pohon Cemara adalah 87 bulan 

DOWNLOAD SOAL MATEMATIKA TRY OUT II USBN SD/MI TAHUN 2019 DAN KUNCI JAWABANNYA 

Bentuk soal USBN SD/MI 2019 terdiri atas Pilihan Ganda (PG) dan uraian. Sebanyak 20%-25% butir soal USBN disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebanyak 75%-80% butir soal disiapkan oleh guru-guru atau tutor yang dikonsolidasikan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 

Selengkapnya soal latihan try out II Matematika USBN SD/MI tahun pelajaran 2018/2019 yang disertai dengan kunci jawaban bisa didownload di tautan berikut ini: 

SOAL MATEMATIKA TRY OUT II USBN SD/MI TAHUN 2019 
KUNCI JAWABAN SOAL MATEMATIKA TRY OUT II USBN SD/MI TAHUN 2019 

Untuk bahan belajar menghadapi USBN tahun pelajaran 2018/2019, bisa menggunakan soal try out atau soal latihan USBN SD. Kumpulan soal USBN SD tahun 2019 yang sudah disertai dengan kunci jawabannya Untuk bahan belajar menghadapi USBN SD, khususnya mata pelajaran Matematika bisa menggunakan soal try out USBN di atas. 

Jadwal USBN untuk jenjang SD/MI dan sederajat tahun pelajaran 2018/2019 akan digelar mulai tanggal 22 sampai 24 April 2019. Sedangkan untuk jadwal ujian susulan bagi siswa yang berhalangan hadir dilaksanakan mulai tanggal 26 sampai 30 April 2019. Ujian akhir bagi siswa kelas 6 ini dulu dikenal dengan istilah Ujian Sekolah/Madrasah (US/M). 

Mata pelajaran yang diujikan dalam USBN SD/MI meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ujian dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 (120 menit) dengan jumlah butir soal; Bahasa Indonesia sebanyak 40 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, Matematika 30 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, serta IPA 35 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian.

Kacau, Pendidikan Dasar Kita Lebih Banyak Akademiknya Daripada Nilai Budi Pekerti

Kacau, Pendidikan Dasar Kita Lebih Banyak Akademiknya Daripada Nilai Budi Pekerti
Pendidikan dasar di negeri ini harus dibenahi dengan menekankan pendidikan karakter. 

BERITA | Pendidikan dasar seharusnya menempatkan pendidikan karakter sebagai titik tekan. Di tingkat pendidikan dasar yang diperlukan adalah mengajarkan nilai-nilai integritas yang didalamnya mengandung kejujuran, bertanggung jawab, konsisten, nilai-nilai kemandirian, dan nilai-nilai persatuan yang mengajarkan toleransi, hormat menghormati, sopan santun kepada yang lebih tua. 

"Pendidikan nilai-nilai inilah sebenarnya yang akan membekali orang untuk menghadapi dunia nyata, apa yang sering juga disebut sebagai life skills," kata Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Profesor Hamdi Muluk yang wahanainfopendidikan.blogspot.com kutip dari Republika (27/02).

Menurutnya, setelah nilai-nilai itu tertanam dengan baik dan menghasilkan karakter yang kuat maka anak baru mulai diajari menguasai keterampilan skolastik seperti membaca, berhitung, berbahasa, dan ilmu pengetahuan. Bukan justru sebaliknya. Pendidikan dasar di negeri ini harus dibenahi dengan menekankan pendidikan karakter. 

"Sistem pendidikan dasar kita ini agak kacau. PAUD, TK, dan SD lebih banyak muatan akademiknya ketimbang pendidikan nilai-nilai budi pekerti," kata Hamdi. 

Dengan pendidikan dasar seperti sekarang, tak mengherankan muncul berbagai tindakan tak pantas dari anak sekolah seperti tawuran, bullying, hingga melakukan kekerasan kepada guru. Hal itu diperparah dengan pengaruh lingkungan dan ketiadaan teladan dari tokoh-tokoh yang semestinya memberikan contoh yang baik. 


Oleh karena itu, selain pembenahan pendidikan dasar juga perlu diperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia berharap pendidikan agama lebih mencerahkan anak-anak untuk menghargai kehidupan yang lebih demoktaris, toleran, hormat menghormati, rahmatan lil alamin. Bukan malah dikasih doktrin kaku halal atau haram, kafir, sesat, dan sebagainya. 

"Ini supaya anak-anak tidak tumbuh dengan fanatisme agama yang ekstrem karena ini yang menjadi bibit-bibit radikal teroris di masa depan. Guru-guru agama juga perlu ditatar ulang agar dapat mengajarkan kepada muridnya nilai-nilai agama yang santun dan menghargai antarumat," kata anggota kelompok ahli BNPT ini. 


Kamis, 24 Januari 2019

Soal Ulangan Harian K13 Kelas 4 Tema 6 Subtema 2

Soal Ulangan Harian K13 Kelas 4 Tema 6 Subtema 2

Soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 4 Tema 6 Subtema 2 Hebatnya Cita-citaku.

BANK SOAL | Kelas 4 jenjang Sekolah Dasar telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13) yang menggunakan pendekatan tematik terpadu. Setiap tema terdiri dari 3 subtema dan di akhir subtema dilaksanakan penilaian atau ulangan harian.

Untuk setiap tema kelas 4 SD Kurikulum 2013 (K13) terdiri 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Setiap akhir dari setiap subtema dilaksanakan Penilaian Harian (PH) atau Ulangan Harian (UH).

Pada kelas 4 SD tema 4 CITA-CITAKU dilaksanakan pada semester 2, ada tiga subtema pada tema 6 yaitu:

Subtema 1 Aku dan Cita-citaku
Subtema 2 Hebatnya Cita-citaku
Subtema 3 Giat Berusaha Meraih Cita-cita

Soal ulangan harian kelas 4 tema 6 subtema 2 terdiri dari beberapa kompetensi dasar (KD) muatan mata pelajaran, yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).

Contoh Soal Ulangan Harian Kelas 4 Tema 6 Subtema 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

PPKn KD 3.3

1. Orang jawa menggunakan bahasa sehari-har untuk berkomunikasi yaitu dengan bahasa ….
A. Sunda
B. Batak
C. Osing
D. Jawa

2. Pekerjaan berat akan terasa ringan jika dikerjakan dengan ….
3. Berat sama dipikul, ringan sama ….
4. Apa manfaat yang diperoleh dengan bekerja sama dengan orang yang berasal dari suku atau daerah yang berbeda?
5. Bagaimana sebaiknya sikapmu saat melihat temanmu tidak mau diajak bekerjasama?

Bahasa Indonesia KD 3.6

6. Kumpulan beberapa baris dalam puisi disebut ….
A. kata
B. bait
C. kalimat
D. prosa

7. Puisi harus dibaca dengan ……. yang jelas
8. Membaca puisi juga dibutuhkan …… muka yang jelas 
9. Buatlah satu bait puisi tentang “Polisi”!
10. Apa saja jasa polisi bagi masyarakat

IPA KD 3.2

11. Sumber daya alam adalah segala sesuatu dari ….. yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
A. bumi
B. alam
C. laut
D. pertanian

12. Salah satu manfaat air adalah untuk ….
13. Waduk juga bermanfaat sebagai penyedia air bersih dan irigasi yang diperlukan untuk mengairi ….
14. Sebutkan 3 contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui!
15. Sebutkan 3 contoh bentang alam!

IPS KD 3.1

16. Rendang adalah makanan khas daerah ….
A. Padang
B. Minangkabau
C. Jawa
D. Ambon

17. Di Yogyakarta kita mengenal makanan khas yang terbuat dari buah nangka yaitu ….
18. Kalau pergi ke Madiun biasanya banyak dijumpai makanan khas berupa ….
19. Sebutkan apa saja yang ada dalam makanan soto ayam?
20. Sebutkan 5 contoh makanan khas dan daerah asalnya!

SBdP KD 3.3

21. Tari Merak berasal dari …
A. Jawa Tengah
B. Jawa Timur
C. Jawa Barat
D. Bali

22. Salah satu tari yang terkenal di Bali adalah ….
23. Supaya indah saat dinikmati, sebaiknya tarian diiringi …
24. Sebutkan 3 gerakan menarikan Tari Merak!
25. Sebutkan 3 macam tarian dan daerah asalnya!

Selengkapnya soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 4 Tema 6 Subtema 2 Hebatnya Cita-citaku dalam format .pdf yang bisa langsung diprint dapat Anda download melalui tautan berikut ini:


Soal ulangan kelas 4 tema 6 subtema 2 disusun berdasarkan kisi-kisi terdiri dari soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian. Nilai dari ulangan harian pada Kurikulum 2013 memiliki bobot yang tinggi untuk menentukan nilai akhir.

Untuk bahan persiapan anak-anak menghadapi Ulangan Harian atau Penilaian Harian, khususnya kelas 4 Tema 6 Subtema 2 Hebatnya Cita-citaku dapat mengerjakan soal-soal latihan di atas yang belum disertai dengan kunci jawabannya. 

wahanainfopendidikan.blogspot.com | 24 Januari 2019 

NISN Dihapus, Identitas Siswa Diganti dengan NIK

NISN Dihapus, Identitas Siswa Diganti dengan NIK
NIK yang menjadi pengganti NISN, memuat data-data siswa secara lengkap.

BERITA | Nomer Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai identitas pelajar di seluruh jenjang pendidikan segera dihapus dan digantikan dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK). Hal ini merupakan dampak dari akan diintegrasikannya Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Usai pertemuan dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan integrasi ini diharapkan dapat mendukung kebijakan sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kebijakan ini akan mulai berlaku pada PPDB tahun ajaran 2019/2020.

"Jika dulu orangtua datang untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah, dengan dukungan aparat Kemendagri ini nantinya diharapkan justru sekolah bersama aparat desa dan aparat kelurahan yang jemput bola mendata anak ini akan masuk ke sekolah mana. Siswa sudah ditetapkan pemerintah, termasuk ke sekolah ngeri," kata Muhadjir.


Masa transisi sistem baru tersebut diyakini tidak memerlukan waktu yang lama. Mengingat setiap sekolah sudah memiliki data lengkap mengenai peserta didiknya. Mulai dari alamat sekolah, alamat tinggal hingga data keluarga sudah ada. Menurut Mendikbud, secara teknis tidak ada kesulitan lagi, hanya perlu menyepadankan data.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zidan Arif Fakrulloh mengimbau agar pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota dapat menerapkan sistem tersebut. Mengingat sudah menjadi garis kebijakan nasional. 

"Urusan pendidikan itu penanggung jawab akhirnya Pak Menteri Pendidikan bukan Bupati atau Walikota. Bupati/Walikota sebagai penyelanggara pendukung harus taat asas dengan program nasional," kata Zidan yang wahanainfopendidikan.blogspot.com kutip dari Medcom (24/01/19).

Ke depannya, jika ada yang kedapatan tidak melaksanakan program tersebut, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi. Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, rencananya akan dilakukan sosialisasi, hingga pemahamannya akan sama dan jelas pada setiap pemangku kepentingan publik. 

Manfaat Pengunaan NIK Sebagai Identitas Siswa
Sistem identitas baru siswa menggunakan NIK dapat memastikan seluruh anak di Indonesia dapat mengenyam pendidikan 12 tahun. Sistem ini dapat memantau perkembangan siswa di setiap jenjang. Karena ke depan, NIK juga memuat database tingkat pendidikan yang sedang ditempuh. Sehingga dapat melacak keberadaan siswa putus sekolah dengan lebih cepat dan tepat sasaran. 

"Kalau nanti dia putus sekolah di kelas lima, Pak Menteri (Mendikbud) dapat memerintahkan dinas dan dirjennya. Pak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengutus Bupati, Walikota, melihat anak ini putus sekolah karena apa, kalau tidak punya biaya urus beasiswanya dari APBN bisa dari APBD bisa," kata Zidan.

Selain itu, Mendikbud menambahkan dengan sistem tersebut, juga berdampak pada perananan pendidikan nonformal di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas) yang menjadi penting. Lantaran anak putus sekolah yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal dapat didorong pada pendidikan nonformal.


Penggunaan NIK sebagai identitas siswa-siswi, dapat mewujudkan peta bakat anak Indonesia. Hal tersebut nantinya dilakukan oleh satuan tugas (satgas) PPDB yang terdiri dari Kemendikbud dan Kemendagri. NIK yang menjadi pengganti NISN, memuat data-data siswa secara lengkap. Tidak terkecuali dari bakat akademik maupun nonakademik.

Sistem ini dipastikan dapat dijangkau oleh seluruh siswa-siswi, baik yang berada di tengah kota maupun di wilayah yang sulit dijangkau. Nantinya dalam pendaataan lebih lanjut ke beberapa daerah, akan ditemukan data-data baru. Adanya timbal balik yang saling menguntungkan dalam menjalankan pemerintahan. 

Baca juga : 
wahanainfopendidikan.blogspot.com | 24 Januari 2019 

Soal Ulangan Harian K13 Kelas 4 Tema 6 Subtema 1

Soal Ulangan Harian K13 Kelas 4 Tema 6 Subtema 1
Soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 4 Tema 6 Cita-citaku Subtema 1 Aku dan Cita-citaku.

BANK SOAL | Kelas 4 jenjang Sekolah Dasar telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13) yang menggunakan pendekatan tematik terpadu. Setiap tema terdiri dari 3 subtema dan di akhir subtema dilaksanakan penilaian atau ulangan harian.

Untuk setiap tema kelas 4 SD Kurikulum 2013 (K13) terdiri 3 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 pembelajaran. Setiap akhir dari setiap subtema dilaksanakan Penilaian Harian (PH) atau Ulangan Harian (UH).

Pada kelas 4 SD tema 4 CITA-CITAKU dilaksanakan pada semester 2, ada tiga subtema pada tema 6 yaitu:

Subtema 1 Aku dan Cita-citaku
Subtema 2 Hebatnya Cita-citaku
Subtema 3 Giat Berusaha Meraih Cita-cita

Soal ulangan harian kelas 4 tema 6 subtema 1 terdiri dari beberapa kompetensi dasar (KD) muatan mata pelajaran, yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).

Contoh Soal Ulangan Harian Kelas 4 Tema 6 Subtema 1

PPKn KD 3.3

1. Cita-cita seseorang tentu merupakan impian yang ingin ....
A. ditekuni
B. dipelajari
C. diraih
D. didapat

2. Minat dan kesukaanmu terhadap bidang tertentu akan membantumu meraih ....
3. Sesuatu yang diimpikan dan ingin diraih disebut ....
4. Jelaskan kegiatan apa saja yang dapat membantumu untuk meraih cita-citamu!
5. Apa manfaat pekerjaan polisi bagi masyarakat!

Bahasa Indonesia KD 3.6

6. Membaca puisi selain intonasi yang jelas diperlukan .... muka
A. raut
B. wajah
C. mimik
D. tampak

7. Kumpulan baris dalam puisi disebut ....
8. Ciri fisik seseorang biasanya menunjukkan .... asalnya
9. Apakah manfaat mengetahui keragaman ras dan ciri fisik masyarakat di sekitar kita?
10. Kamu bersyukur dilahirkan di tanah para raja. Apa arti kalimat tersebut?

IPA KD 3.2

11. Kelinci berkembang biak dengan cara ....
A. beranak
B. bertelur
C. beranak dan bertelur
D. menyusui

12. Perkembangbiakan dengan bertelur biasa disebut dengan ....
13. Perkembangbiakan dengan cara beranak dinamakan ....
14. Bagaimana dengan perkembangbiakan hewan yang hidup di air?
15. Apa fungsi belalai pada gajah?

IPS KD 3.1

16. Penduduk daerah pantai banyak menekuni pekerjaan sebagai ....
A. peternak
B. petani
C. nelayan
D. guru

17. Di daerah pegunungan biasanya cocok sekali ditanami ....
18. Peternak ayam memanfaatkan tanaman ... sebagai makanan ayam.
19. Apa fungsi buah bagi manusia?
20. Apa yang harus dilakukan untuk meraih cita-cita sebagai guru?

SBdP KD 3.2

21. Cepat lambatnya lagu disebut ....
A. nada
B. tempo
C. not
D. notasi

22. Adante adalah tanda tempo lagu dinyanyikan dengan cara ....
23. Menyanyi dengan cepat sekali dikenal dengan istilah ....
24. Lagu “tik-tik bunyi hujan” sebaiknya dinyanyikan dengan tempo lagu dengan istilah ....
25. Apa yang diceritakan dalam lagu kupu-kupu?

Selengkapnya soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 4 Tema 6 Subtema 1 Aku dan Cita-citaku dalam format .pdf yang bisa langsung diprint dapat Anda download melalui tautan berikut ini:


Soal ulangan kelas 4 tema 6 subtema 1 disusun berdasarkan kisi-kisi terdiri dari soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian. Nilai dari ulangan harian pada Kurikulum 2013 memiliki bobot yang tinggi untuk menentukan nilai akhir.

Untuk bahan persiapan anak-anak menghadapi Ulangan Harian atau Penilaian Harian, khususnya kelas 4 Tema 6 Subtema 1 Aku dan Cita-citaku dapat mengerjakan soal-soal latihan di atas yang belum disertai dengan kunci jawabannya.

Baca juga : 

Soal Ulangan PAI Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Semester 2

Soal Ulangan PAI Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Semester 2
Download soal ulangan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 semester 2 Kurikulum 2013.

BANK SOAL | Pelaksanaan penilaian dalam Kurikulum 2013 (K-13) lebih kompleks bila dibandingkan dengan penilaian di kurikulum KTSP. Dalam proses penilain K-13, seorang guru harus melakukan penilaian dari 4 aspek yaitu penilaian spiritual, penilaian sosial, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan.

Penilaian dalam K-13 jenjang Sekolah Dasar (SD) terdiri dari penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PTS) dan penilaian akhir semester/Tahun(PAS/PAT). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) menjadi salah satu mata pelajaran wajib SD dalam K-13 yang terpisah dengan pembelajaran tematik.

Ulangan harian atau penilaian harian diberikan setiap akhir tema sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) yang dipelajari. Soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) semester 2 disusun berdasarkan kisi-kisi sesuai materi yang terdapat buku siswa dan buku guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum 2013.

Selengkapnya soal ulangan harian atau penilaian harian (PH) dan soal penilaian tengah semester (PTS) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 semester 2 sesuai dengan Kurikulum 2013 revisi terbaru dapat didownload melalui link berikut ini:

Soal ulangan semester genap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terdiri dari soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian. Untuk bahan persiapan anak-anak menghadapi UTS atau PTS dan UAS atau PAT, khususnya kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD dapat mengerjakan soal-soal latihan di atas.

Fungsi utama evaluasi dalam kelas adalah untuk menentukkan keberhasilan pengajaran. Nilai untuk penilaian harian Kurikulum 2013 diperoleh melalui tes tulis, tes lisan dan perbuatan. Tidak mesti semua tehnik penilain dilaksanakan dalam satu KD, namun tergantung situasi dan kondisi yang tersedia.

Hasil penilaian pengetahuan diolah secara kuantitatif dengan menggunakan angka (bilangan bulat skala 0-100), predikat, dan deskripsi. Deskripsi berupa kalimat positif terkait capaian kemampuan peserta didik yang mengacu pada setiap KD. Nilai penilaian akhir semester (NPAS) merupakan nilai setiap KD.

50.000 Guru Honorer Akan Diangkat Setara PNS

50.000 Guru Honorer Akan Diangkat Setara PNS
Diutamakan guru honorer untuk bisa mengisi posisi setara PNS.

BERITA | Pemerintah segera membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Total formasi yang dibuka untuk tahun ini sekitar 150.000 untuk jadi setara PNS. Diutamakan guru honorer untuk bisa mengisi posisi setara PNS. Saat ini telah dilakukan verifikasi terhadap 152.000 guru honorer untuk ikut seleksi tersebut.

Menteri PAN-RB Syafruddin mengatakan dari jumlah guru honorer, sudah diverifikasi jumlahnya 152.000 yang memenuhi syarat harus S1 tersebut, pemerintah menargetkan bisa mengangkat 50.000 guru honorer menjadi PPPK. Anggaran penyediaan pegawai setara PNS ini menjadi tanggung jawab pihak pemerintah daerah (Pemda).

"Tinggal 71.000, mudah-mudahan bisa direkrut 50.000. Ini aturan semua masih bisa dirubah, UU (Undang-Undang) saja bisa diamandemen," kata Syafruddin yang wahanainfopendidikan.blogspot.com kutip dari detikcom (22/01/19).

Formasi yang diprioritaskan dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru honorer yang tidak lolos seleksi CPNS karena terkendala usia. Rencananya seleksi bakal dimulai pekan pertama Februari 2019. Seleksi ini tidak serumit seleksi CPNS.

Untuk diketahui, PPPK merupakan pegawai setara dengan PNS. Berdasarkan Pasal 38 PP Nomor 49 Tahun 2018, PPPK diberikan gaji dan juga tunjangan. Gaji dan tunjangan berlaku sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi PNS.
Selain itu, pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan bantuan hukum. Perlindungan tersebut dilaksanakan sesuai dengan sistem jaminan sosial nasional.

Setiap PPPK juga berhak mendapatkan cuti. Jenis cuti yang didapat di antaranya cuti tahunan, cuti sakit, cuti melahirkan dan cuti bersama. PPPK yang telah bekerja paling sedikit satu tahun secara terus menerus berhak atas cuti tahunan.


PPPK juga diberikan kesempatan untuk pengayaan pengetahuan dalam rangka pengembangan kompetensi. Pengembangan kompetensi yang dimaksud dilaksanakan sesuai dengan perencanaan pengembangan kompetensi pada instansi pemerintah. 

Namun PPPK memiliki keterbatasan kesempatan pengembangan kompetensi karena prioritas diberikan dengan memperhatikan hasil penilaian kinerja PPPK yang bersangkutan.

Adapun masa hubungan perjanjian kerja bagi PPPK paling singkat satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja. Perpanjangan hubungan perjanjian kerja didasarkan pada pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan PPPK. 

Baca juga :